
Tachi | 20 Februari 2020Yulhendri, Ketua LPM Kelurahan Jawi-Jawi II Kecamatan Pariaman Tengah yang sekaligus pengelola usaha budidaya magot yang ada di kelurahan jawi-jawi II
Kominfo Kota Pariaman--- Magot atau yang dikenal dengan nama ulat sampah atau belatung ini, sekarang sudah menjadi salah satu ternak unggulan bagi Kelurahan Jawi-Jawi II Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman.
Budidaya ulat magot ini dimulai oleh Ketua LPM Kelurahan Jawi-Jawi II Yulhendri, dibantu oleh pemuda pemudi setempat semenjak awal tahun 2019 yang berlokasi disamping rumah Ketua LPM tersebut, dan disuport juga oleh Riswan Lurah Kelurahan Jawi-Jawi II dan masyarakat setempat melalui swadaya masyarakat dan bantuan dari kelurahan.
Usaha budidaya magot ini didapat Yulhendri dari ilmu yang ditimbanya di perguruan tinggi yang telah mengantarkan beliau menjadi seorang Sarjana Peternakan yang inovatif. Berdasarkan ilmu yang beliau dapatkan dibangku perguruan tinggi tersebut, ditambah lagi dengan sering membaca buku-buku tentang budidaya magot ini, tergeraklah hatinya untuk melakukan usaha ini dengan mengajak pemuda pemudi Kelurahan Jawi-Jawi II untuk mau membantunya membuat usaha ini dan juga mengelolanya secara bersama, karena magot ini mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Dalam wawancaranya dengan Tim Peliput Media Center Kominfo Kota Pariaman Kamis (20/2) Yulhendri menyatakan, “budidaya magot ini berasal dari limbah organik rumah tangga dan juga limbah yang kami ambil di pasar pariaman, untuk dijadikan pakan dari magot itu sendiri, dan kami olah dengan mempergunakan peralatan seadanya sembari kami menunggu selesai pembuatan tempat olahan budidaya baru dan juga peralatan yang lebih baik lagi”.
“Rencananya awal bulan maret ini kami akan melaunching usaha budidaya magot ini kemasyarakat dengan menghadirkan tiga orang dari Kementerian Pusat yaitu satu orang dari Kementerian Lingkungan Hidup, dan dua orang dari Kementerian PUPR. Persiapan yang kami lakukan menjelang launching tersebut adalah dengan mempersiapkan semua fasilitas budidaya magot ini”, ungkap Yulhendri.
“Sekarang permintaan akan magot ini sudah banyak yang datang, baik di Sumatera atau diluar pulau sumatera. Tapi kendala saat ini bagi kami adalah pakan magot itu sendiri, karena limbah organik yang kami punya belum mampu mencukupi permintaan dan hanya bisa memenuhi permintaan yang ada di Kota Pariaman saja”, jelas Ketua LPM ini.
Melalui dukungan Pemerintah Kota Pariaman, sampah-sampah organik yang ada di pasar pariaman dan yang akan dibuang ke kontainer pada saat pembersihan dimalam hari, akan kami kumpulkan dan ambil kemudian kami olah menjadi pakan magot, sehingga hasilnya bisa lebih banyak dan juga bisa memenuhi permintaan yang datang serta akan menjadi salah satu solusi penyelesaian masalah limbah organik selama ini.
“Kedepan kami berharap dengan launching budidaya magot ini kami akan bisa lebih berkontribusi menghasilkan magot lebih banyak lagi dengan kualitas yang lebih bagus serta bisa memenuhi permintaan magot dari daerah lain”, harapnya. (Desi)
MC Kota Pariaman
|
Yota Balad Irup Penurunan Bendera Merah Putih di... 17 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
382 Warga Binaan Lapas Kelas II B Pariaman... 17 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Pemko Pariaman Raih Juara 3 Anugerah Adinata Syariah... 17 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Pemko Pariaman Silaturahmi Bersama LVRI, PWRI, dan PEPABRI 17 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Upacara Peringati HUT ke-81 RI Tahun 2026 Kota... 17 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Yota Balad Pimpin Upacara Apel Kehormatan dan Renungan... 17 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
500 Peserta Drag Bike 2026 Berlaga Di Kota... 16 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
36 Paskibraka Kota Pariaman Resmi Dikukuhkan 16 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Minggu Bebas Emisi Dan... 16 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
38 Tim Peserta Gerak Jalan Meriahkan HUT RI... 13 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
BALIHO HUT RI 81 Ukuran 4x6 5 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
SPANDUK HUT RI 81 Ukuran 5x1 5 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Desain Spanduk Hari Jadi Kota Pariaman ke 24 Tidak Diset Selengkapnya >> |
|
Survei Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2026 17 Juni 2026 Selengkapnya >> |
|
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CALON PIMPINAN BAZNAS KOTA PARIAMAN 6 Mei 2026 Selengkapnya >> |
|
Hasil Nominasi 3 (Tiga) Besar Seleksi Terbuka Jabatan... 2 April 2026 Selengkapnya >> |
|
Hasil Pemaparan Makalah dan Wawancara Seleksi Terbuka Jabatan... 2 April 2026 Selengkapnya >> |
|
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Kota... 2 Maret 2026 Selengkapnya >> |
|
Pengumuman Hasil Asesesment Peserta Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan... 20 Februari 2026 Selengkapnya >> |
|
Perubahan Jadwal dan Tahapan Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan... 9 Februari 2026 Selengkapnya >> |