
Juned | 9 Desember 2021Walikota Pariaman, Genius Umar memaparkan Integrated Farming System ketika menerima Kunjungan kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Kamis (9/12).
Kominfo Kota Pariaman --- Integrated Farming System (sistem pertanian terintegrasi) menjadi konsep pengembangan pertanian di Kota Pariaman. Konsep ini dipaparkan oleh Walikota Pariaman, Genius Umar dihadapan rombongan Komisi IV DPR RI dan dua orang dirjen dari Kementerian Pertanian RI dan Kementerian Kelautan Perikanan RI, dalam kunjungan kerja spesifik komisi IV DPR RI ke Kota Pariaman, Kamis (9/12).
"Kota Pariaman saat ini sedang mulai mengembangkan sebuah konsep pertanian Integrated Farming System, sehingga kedepan dengan penerapan konsep ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. 26 persen PDRB Kota Pariaman disumbangkan oleh sector pertanian " ujarnya.
Integrated Farming System sendiri merupakan sistem pertanian dengan upaya memanfaatkan keterkaitan antara tanaman perkebunan, pangan, hortikultura, hewan ternak dan perikanan, untuk mendapatkan agro ekosistem, yang mendukung produksi pertanian (stabilitas habitat), peningkatan ekonomi dan pelestarian sumber daya alam.
“Sejak pembukaan jalan swadaya masyarakat di sepanjang aliran Sungai Batang Mangor di Pariaman Selatan, potensi pertanian seluas 400 hektar di sana sangat cocok dikembangkan dengan konsep ini”, lanjutnya.
Jalan ini, ujarnya lagi sebelumnya tidak ada, sehingga masyarakat yang bertani di daerah ini kesulitan untuk mebawa hasil taninya. Selain itu DAS nya belum termanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
Melalui konsep ini maka daerah sepanjang jalan ini akan dijadikan pusat pertanian berbagai jenis seperti buah-buahan, sayuran kemudian dipadukan dengan pengolahan pakan ternak dari limbah pertanian. Limbah ternak juga bisa dimanfaatkan lagi sebagai pupuk pertanian yang diolah melalui bank sampah yang ada di Desa Apar. Selain pertanian dan perikanan, DAS Batang Mangor juga dimanfaatkan sebagai perikanan darat maupun arena pariwisata seperti soft arung jeram.
Genius juga memaparkan pertanian buah tadi juga bisa dijual sebagai agrowisata bagi pengunjung, sehingga jika semua sector ini bergerak maka bisa mendukung food estate di Indonesia.
Sementara itu Dirjen Hortikultura Kementan RI Prihasto Setyawan menyebut mendukung penuh pertanian terpadu yang dilaksanakan di Kota Pariaman.
Setidaknya syarat lahan untuk pertanian terpadu minimal hamparan lahan 20 hektar. Termasuk harus dekat dengan sumber air. Nah Kota Pariaman memenuhi perysratan tersebut. Jadi Kota Pariaman memang cocok pengembangan pertanian terpadu dimana disatu lahan itu lengkap semuanya, mulai tanaman holtikultura, peternakan dan budidaya perikanan.
Tidak hanya lahan harus jelas komitmen siapa yang nanti akan mengelola pertanian terpadu, mulai dari hulu kemudian proses dan hilir.
Jika sudah jelas nantinya akan lebih mudah mengintegrasikan dan pertanggungjawabannya. Karna jangan sampai ketika bantuan dan proposal sudah dipenuhi nantinya bantuan tersebut malah mangkrak.
" Ini yang selalu ditekankan Bapak Mentri, jadi saya pesan jika pertanian terpadu ini memang harus total. Kota Pariaman memang layak mendapatkan bantuan dibidang pertanian karna meski namanya kota namun ternyata pertanian menjadi sumber PDRB di kota ini,"ujarnya.Berdasarkan pernyataan dari anggota Komisi IV DPR RI, bahwa Kota Pariaman ini dapat dijadikan percontohan pengembangan pertanian di indonesia, karena visi dan grand strategi yang disampaikan oleh Walikota, sangat dapat dilaksanakan dengan dukungan penuh dari pihak kementerian. (J)
MC Kota Pariaman
|
500 Rider ikuti JAPA’X-5 di Kota Pariaman 8 November 2026 Selengkapnya >> |
|
Mulyadi Kembali Pimpin PMI Kota Pariaman Masa Bakti... 7 November 2026 Selengkapnya >> |
|
Kota Pariaman Satu-Satunya Daerah di Sumatera Raih Penghargaan... 6 November 2026 Selengkapnya >> |
|
Dua Rapat Paripurna digelar secara marathon, Wakil Walikota... 5 November 2026 Selengkapnya >> |
|
Mulyadi sampaikan Nota Penjelasan tentang RAPBD Kota Pariaman... 5 November 2026 Selengkapnya >> |
|
Inovasi Kota Pariaman Masuk 3 Besar IGA 2026 3 November 2026 Selengkapnya >> |
|
8 Ahli Waris Pekerja Rentan Dari APBD Kota... 3 November 2026 Selengkapnya >> |
|
Pariaman Tengah Juara Umum I, Wako Yota Balad... 1 November 2026 Selengkapnya >> |
|
105 Atlet Drum Band Ikuti Seleksi untuk Kejurnas... 1 November 2026 Selengkapnya >> |
|
Hari Kedua MTQ Nasional ke-9 Tingkat Kota Pariaman... 31 Oktober 2026 Selengkapnya >> |
|
SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA PEMERINTAH... 26 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
BALIHO HUT RI 81 Ukuran 4x6 5 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
SPANDUK HUT RI 81 Ukuran 5x1 5 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Desain Spanduk Hari Jadi Kota Pariaman ke 24 Tidak Diset Selengkapnya >> |
|
Survei Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2026 17 Juni 2026 Selengkapnya >> |
|
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CALON PIMPINAN BAZNAS KOTA PARIAMAN 6 Mei 2026 Selengkapnya >> |
|
Hasil Nominasi 3 (Tiga) Besar Seleksi Terbuka Jabatan... 2 April 2026 Selengkapnya >> |
|
Hasil Pemaparan Makalah dan Wawancara Seleksi Terbuka Jabatan... 2 April 2026 Selengkapnya >> |
|
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Kota... 2 Maret 2026 Selengkapnya >> |
|
Pengumuman Hasil Asesesment Peserta Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan... 20 Februari 2026 Selengkapnya >> |