
Juned | 19 November 2018Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin beri sambutan sekaligus membuka FGD perlindungan perkawinan bajapuik di pariaman dalam menghadapi dampak negatif Globalisasi, di Balirung RD walikota, Senin (19/11/2018)
Kominfo Kota Pariaman --- Melalui FGD yang kita lakukan hari ini, hendaknya mampu menggugah kita untuk terus bersemangat, mempunyai kesadaran untuk melestarikan nilai-nilai adat minang yang semakin hari semakin tergerus seiring perkembangan zaman, ditambah masifnya arus globalisasi yang banyak berdampak negatif bagi masyarakat, generasi muda dan daerah kita yang tercinta ini.
"Semoga dengan acara ini, dapat mambangkik batang tarandam tentang budaya minangkabau khususnya dalan tradisi perkawinan bajapuik pada masyarakat pariaman, sehingga menghasilkan generasi yang terbaik demi kepentingan agama, bangsa dan negara", ungkap Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin, ketika membuka Foccus Group Discussion(FGD) Perlindungan Perkawinan Bajapuik Pada Masyarakat Pariaman di Sumatera Barat Dalam Menghadapi Dampak Negatif Globalisasi, bertempat di Balairung rumah dinas walikota, Senin, (19/11).
Pada hukum perkawinan adat Minangkabau dikenal istilah perkawinan bajapuik, tradisi ini adalah menjemput laki-laki yang hanya terdapat di daerah adat Minangkabau Pariaman dan sekitarnya.
"Perkawinan bajapuik ini juga merupakan adat nan diadatkan dalam lingkungan adat Minangkabau yaitu peraturan setempat yang telah diambil dengan kata mufakat ataupun kebiasaan yang berlaku umum dalam suatu nagari", tukasnya.
Mardison juga mengajak dan menghimbau kembali bahwa Fungsi Ninik Mamak betul-betul dapat mengayomi masyarakat untuk melestarikan bahkan mengembangkan Adat Istiadat dan Budaya Alam Minangkabau, dalam hal ini tradisi Bajapuik, apakah sudah sesuai dengan budaya dan adat minangkabau dengan falsafah nya Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS SBK).
"Melestarikan adat budaya daerah kita, merupakan tanggung jawab kita bersama, baik Pemerintah, Pemuka agama dan Lembaga Adat serta generasi muda, bak pepatah mengatakan (Tali Tigo Sapilin, Tungku Tigo Sajarangan)", tuturnya.
"Dengan derasnya arus globalisasi dan maraknya hal yang negatif, seperti maraknya LGBT, pergaulan bebas, kenakalan remaja dan pengaruh internet negatif, baik pornografi dan pornoaksi, dapat kita tangkal dengan adat dan budaya yang masih melekat didaerah kita", pintanya
Mantan Ketua DPRD kota Pariaman ini juga mengapreisasi Yenny Febrianti yang mengangkat tema perkawinan bajapuik, yang merupakan adat yang hanya ada di Pariaman, pungkasnya.
FGD ini, merupakan Disertasi dari Yenny Febrianti, Mahasiswa Program Doktor (S3) Study ilmu Hukum di Universitas Diponegoro Semarang, yang merupakan asli orang Pariaman.
"Saya mengangkat tema Perkawinan Bajapuik ini, untuk memperkenalkan budayaminangkabau, khusunya pariaman dalam adat perkawinan yang telah ada sejak dahulunya, dan terus dipakai sampai saat ini, kepada masyarakat luas, khususnya di indonesia, yang terkadang memberi penilaian negatif terhadap perkawinan bajapuik ini, dengan istilah laki-laki yang dibeli", ujarnya.
ia berharap, dengan diadakannya FGD ini yang melibatkan ninik mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat dan pemuda, diharapkan dapat saling bertukar pikiran dan memberi masukan, agar tradisi pekawinan bajapuik ini, dapat terus dilestarikan.
"Saya juga berharap, dalam FGD ini nantinya, akan dapat menelurkan Peraturan Daerah (Perda) yang dibuat antara pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat, sehingga adat istiadat kita, akan semakin terus dapat dilestarikan dengan kuatnya aturan pemerintah dalam bentuk Perda ini nantinya", ulasnya mengakhiri.
FGD ini dipromotori oleh Sukirno, Sekretaris Program Studi (Prodi) Doktor Ilmu Hukum, di Universitas Diponegoro Semarang, yang juga merupakan Dosen di sana. Hadir Sekretaris Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman, Priyaldi, Kepala Dinas BPMDesa, Efendi Jamal, Para Datuak, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat, pemuda, baik di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman yang hadir. (J)
MC Kota Pariaman
|
Malam Resepsi HUT RI ke 81, Pemko Pariaman... 17 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Yota Balad Irup Penurunan Bendera Merah Putih di... 17 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
382 Warga Binaan Lapas Kelas II B Pariaman... 17 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Pemko Pariaman Raih Juara 3 Anugerah Adinata Syariah... 17 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Pemko Pariaman Silaturahmi Bersama LVRI, PWRI, dan PEPABRI 17 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Upacara Peringati HUT ke-81 RI Tahun 2026 Kota... 17 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Yota Balad Pimpin Upacara Apel Kehormatan dan Renungan... 17 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
500 Peserta Drag Bike 2026 Berlaga Di Kota... 16 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
36 Paskibraka Kota Pariaman Resmi Dikukuhkan 16 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Minggu Bebas Emisi Dan... 16 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
BALIHO HUT RI 81 Ukuran 4x6 5 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
SPANDUK HUT RI 81 Ukuran 5x1 5 Agustus 2026 Selengkapnya >> |
|
Desain Spanduk Hari Jadi Kota Pariaman ke 24 Tidak Diset Selengkapnya >> |
|
Survei Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2026 17 Juni 2026 Selengkapnya >> |
|
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CALON PIMPINAN BAZNAS KOTA PARIAMAN 6 Mei 2026 Selengkapnya >> |
|
Hasil Nominasi 3 (Tiga) Besar Seleksi Terbuka Jabatan... 2 April 2026 Selengkapnya >> |
|
Hasil Pemaparan Makalah dan Wawancara Seleksi Terbuka Jabatan... 2 April 2026 Selengkapnya >> |
|
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Kota... 2 Maret 2026 Selengkapnya >> |
|
Pengumuman Hasil Asesesment Peserta Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan... 20 Februari 2026 Selengkapnya >> |
|
Perubahan Jadwal dan Tahapan Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan... 9 Februari 2026 Selengkapnya >> |